GAYA KEPEMIMPINAN
1. NADIEM MAKARIM
Dapat
kita ketahui bersama bahwa gaya
kepemimpinan yang digunakan Nadiem Makariem didasarkan pada
kebersamaan dan kekeluargaan. Pendakatan yang dilakukan oleh Nadiem ini tidak
hanya untuk karyawan tetapi juga driver dan rider serta untuk seluruh pelanggan
bahkan mencakup untuk seluruh masyarakat sekitar. Di sisi lain Nadiem juga
memberikan ruang kepada para karyawannya untuk terus berkreasi dan berekplorasi
dalam menciptakan produk dan layanan terbaru. Gojek salah satu
perusahaan yang selalu menciptakan karya baru untuk menyelesaikan permasalahan
dan memuaskan para pelanggan. Sebagai pemimpin perusahaan
Nadiem Makariem juga dilandaskan pada persaingan dan
pencapaian secara nyata, dimana fokus utamanya adalah tujuan dan hasil. Salah
contoh tujuan yang dimiliki Nadiem Makariem adalah menjadikan Gojek sebagai
aplikasi dengan pengguna terbesar di Asia Tenggara.
SOURCE: https://www.researchgate.net/publication/352689980_ANALISIS_GAYA_KEPEMIMPINAN_NADIEM_MAKARIEM_DALAM_MEMBAWA_GOJEK_MENJADI_PERUSAHAAN_BESAR
2. ELON MUSK
Belajar dari Elon Musk, tidak
mudah menjadi seorang pemimpin transformasional.
Ia pendiri PayPal, jejaring pembayaran via
Internet yang banyak digunakan netizen seluruh
dunia untuk bertransaksi secara global. Sampingannya,
laboratorium SpaceX dan Tesla, adalah sebuah
dedikasi besar bagi dunia teknologi. Tanpa kepemimpinan
yang bagus serta tim yang kompak,
sangat sulit untuk mengembangkan ketiganya. Ini
terjadi karena Elon Musk adalah seorang pemimpin
transformasional. Secara umum, pemimpin transformasional berarti seseorang yang
bisa bersama-sama menggerakkan timnya untuk mengidentifikasi peluang dan
potensi-potensi masalah secara strategis.6 Bisa dibilang, pemimpin
transofrmasional benar-benar bekerja bersama timnya,
alih-alih hanya menyuruh para bawahannya
melakukan apa yang menurutnya benar. Butuh tekad dan keteguhan
besar untuk menjadi pemimpin seperti ini.
5 Transformia, 2019, Trend Pemimpin Transformasional
Seperti Elon Musk, taken from
https://transformia.co.id/trend-pemimpin-transformasional/ diakses pada
18 juni, 2021, pada pukul 11 pm. 6 Ma, Muallifah, 2013, "Peran Pemimpin
Tranformasional untuk Mencapai Keunggulan Bersaing dalam Perusahaan",
el-Qudwah.
6 Pemimpin transformasional merupakan
“modifikasi” dari pemimpin kharismatik. Dengan
kata lain, semua pemimpin transformasional
adalah pemimpin kharismatik, namun tidak semua
pemimpin kharismatik adalah pemimpin transformasional.
pemimpin transformasional mempunyai karakter yang
kharismatik karena mereka mampu membangun ikatan emosional yang
kuat dengan public untuk mencapai tujuan tertentu. Namun, bagi pemimpin
transformasional, ikatan yang dibangun dengan public lebih bersifat kesamaan
system nilai daripada loyalitas personal. Manakala para pemimpin kharismatik
terjebak pada pemusatan ambisi yang justru mengerdilkan arti kepemimpinan
mereka, pemimpin transformasional memberikan kontribusisubstantif dengan
keberhasilan mendobrak kultur lama dan merintis tatanan
nilai baru. Sejarah dunia mencatat dengan tinta
emas kiprah-kiprah pemimpin transformasional seperti
Mahatma Ghandi, Nelson Mandel, dan Martin Luther King.7 Pada saat ini sudah
sangat jarang sekali kita temukan pemimpin yang peduli terhadap sesuatu secara
kultural. Bentuk kepeduliaan yang dimiliki Musk inilah yang
seharusnya ditekankan harus dimiliki setiap pemimpin. Karena dalam sebuah kerja
tim salah satu yang tidak kalah penting adalah rasa kekeluargaan dan saling
memiliki satu sama lain. Ketika rasa
tersebut telah tercipta pada sebuah tim kualitas
kerja yang dihasilkan pun tinggi. Permasalahan internal merupakan
permasalahan mengakar yg juga sulit untuk diselesaikan. Karena apapun yg
bentuknya adalah mendasar akan sulit untuk kita atasi maka dari itu penting
bagi kita untuk memperhatikan hal-hal kecil pada sebuah sistem kerja bersama
seperti yg telah dilakukan Musk tersebut. Musk adalah versi Sci-Fi
7 Tondok, M. S., & Andarika, R,
2004, Hubungan antara persepsi gaya kepemimpinan transformasional dan
transaksional dengan kepuasan kerja karyawan. Psyche, 1(1), 35-48.
7 (Science-Fiction) dari P.T. Barnum
yang menjadi sangat kaya dengan memangsa
ketakutan dan kebencian orang terhadap diri sendiri. Beli Tesla, lupakan
kekacauannya.8 C. Karakteristik kepemimpinan elon musk Elon Musk secara efektif
memimpin dengan gaya kepemimpinan yang kompleks yang menggabungkan hal-hal
penting dari taktik otoritatif, meskipun pemimpin pelayan sejati.
Dengan menggunakan demokrasi, Musk mengumpulkan
umpan balik dan partisipasi, tetapi koersif dalam mencapai kepatuhan,
menangani krisis, memelihara, dan afiliasi yang menarik serta menjalin ikatan
emosional dalam setiap organisasi. Elon Musk telah memasuki pasar kelas atas
dengan banyak usahanya, membuat keputusan cepat dan rasional,
sambil menggunakan operasi kehidupan nyata sebagai pendidik.9
Banyak atribut Keberhasilan bisnis total Elon Musk untuk keuletan, dalam
menghadapi ancaman terus-menerus, ditempa dengan
sebuah “ketergantungan pada standar etika.”10
SOURCE
: https://www.researchgate.net/publication/352559555_STRATEGI_DAN_GAYA_KEPEMIMPINAN_ELON_REEVE_MUSK
3. KIM JONG
UN
Kepemimpinan otoriter merupakan gaya kepemimpinan yang paling tua
dikenal manusia. Oleh karena itu gaya kepemimpinan ini menempatkan kekuasaan di
tangan satu orang atau sekelompok kecil orang yang di antara mereka tetap ada
seorang yang paling berkuasa. Pemimpin bertindak sebagai penguasa
tunggal.Orang-orang yang dipimpin yang jumlahnya lebih banyak, merupakan pihak
yang dikuasai, yang disebut bawahan atau anak buah.Kedudukan bawahan
semata-mata sebagai pelaksana keputusan, perintah, dan bahkan kehendak
pimpinan.Pemimpin memandang dirinya lebih, dalam segala hal dibandingkan dengan
bawahannya.Kemampuan bawahan selalu dipandang rendah, sehingga dianggap tidak
mampu berbuat sesuatu tanpa perintah.Perintah pemimpin sebagai atasan tidak
boleh dibantah, karena dipandang sebagai satu-satunya yang paling
benar.Pemimpin sebagai penguasa merupakan penentu nasib bawahannya. Oleh karena
itu tidak ada pilihan lain, selain harus tunduk dan patuh di bawah kekuasaan
sang pemimpin. Kekuasaan pimpinan digunakan untuk menekan bawahan, dengan
mempergunakan sanksi atau hukuman sebagai alat utama.Pemimpin menilai
kesuksesannya dari segi timbulnya rasa takut dan kepatuhan yang bersifat kaku.
Kepemimpinan dengan gaya otoriter banyak ditemui dalam pemerintahan
Kerajaan Absolut, sehingga ucapan raja berlaku sebagai undang-undang atau
ketentuan hukum yang mengikat. Di samping itu sering pula terlihat gaya dalam
kepemimpinan pemerintahan diktator sebagaimana terjadi di masa Nazi Jerman
dengan Hitler sebagai pemimpin yang otoriter.
SOURCE
: https://www.kompasiana.com/noviani_juandi/55286517f17e6153478b4588/gaya-kepemimpinan-otoriter
4. SUSILO
BAMBANG YUDOYONO
Kepemimpinan SBY juga masuk dalam tipe demokratik mungkin disebabkan
karenatuntutan reformasi, situasi dan kondisi saat ini yang semakin liberal.
Dimana tipe pemimpin dengan gaya ini dalam mengambil keputusan selalu mengajak
beberapa perwakilan bawahan, namun keputusan tetap berada di tangannya. Selain
itu pemimpinyang demokratis berusaha mendengar berbagai pendapat, menghimpun
dan menganalisa pendapat-pendapat tersebut untuk kemudian mengambil keputusan
yang tepat. Tidak jarang hal ini menimbulkan persepsi bahwa SBY seorang yang
lambat dalam mengambilkeputusan dan tidak jarang mengurangi tingkat determinasi
dalam mengambil keputusan.Pemimpin ini kadang tidak kokoh ketika melaksanakan
keputusan karena ia kadanggoyah memperoleh begitu banyak masukan dalam proses
implementasi kebijakan.Secara teoritis pemimpin tipe ini bisa menerima kritik,
kritik dibalas pula dengankontra kritik. Bukan menjadi rahasia lagi bila
seringkali kita melihat dan mendengar bagaimana SBY melakukan kontra kritik
terhadap orang-orang yang mengkritiknya. SBY percaya bahwa kebenaran hanya bisa
diperoleh dari wacana publik yang melibatkansebanyak mungkin elemen masyarakat.
Selain itu tipe pemimpin ini dalam mengambilkeputusan berorientasi pada orang,
apresiasi tinggi pada staf dan sumbangan pemikirandari manapun.
Kesimpulannya adalah bahwa setiap pemimpin tentu mengharapkan sesuatu
yangterbaik untuk masyarakat, bangsa dan negaranya. Begitupun dengan SBY
yangmempunyai tipe kepemimpinan yang lebih dari satu dan tidak hanya seperti
yang sudah dijelaskan diatas tetapi lebih dari itu, seperti tipe supportif,
partisifatif, instrumental danyang lainnya, kesemuanya itu disesuaikan dengan
situasi, dan perkembangan zaman yangada. Intinya setiap pemimpin selalu mengharapkan
agar wilayah yang dipimpinnyatersebut dapat tercipta suasana yang aman, tentram
dan damai sesuai dengan tujuan bersama.
SOURCE
: https://www.academia.edu/36670356/Gaya_Kepemimpinan_Susilo_Bambang_Yudhoyono_Kepemimpinan_
5. BILL GATES
Bill Gates menerapkan gaya kepemimpinan partisipatif. Gaya kepemimpinan
partisipatif merupakan gaya kemepemimpinan yang memberikan kepercayaan penuh
kepada pegawianya untuk aktif dalam menyampaikaan masukan, saran atau hal lainnya.
Tentu saja gaya kepemimpinan ini hanya dilakukan oleh pemimpin yang memiliki
rasa percaya yang tinggi terhadap pegawainyya.
Hal tersebut ia lakukan, karena menurutnya dengan partisipatif dapat
membuka jalan untuk pegawainya berperan secara aktif, ketika pegawai mampu
berperan secara aktif tentu saja pegawai tersebut dapat memberikan masukan.
Sehingga masukan tersebut dijadikan sebagai bahan pengembangan suatu
perusahaan. Dengan adanya masukan dari pegawainya membuat Bill Gate
percaya bahwa perusahaan akan terus berkembang ketika mendapatkan masukan dari
pegawai-pegawainya.
Dengan gaya kepemimpinan partisipatif ini, membangun kreatifitas, dan
ide-ide bagi pegawainya. Karena dari ide-ide atau kreatifitas pegawai
tersebutlah yang akan memberikan perubahan atau perkembangan untuk
Microsoft.
Tentu saja dalam menggunakan gaya kepemimpinan partisipatif ini perlu
rasa percaya yang besar karena gaya kepemimpinan partisipatif memfokuskan
bagaimana pegawai dapat memiliki atau mebangun ide-ide. Ketika pemimpin tidak
memiliki rasa percaya terhadap pegawainya, gaya kepemimpinan partisipatif ini
tidak dapat berjalan dengan baik. Maka dari itu rasa percaya dan dorongan dari
seorang pemimpin sangatlah penting demi keberlangsungan dan kesuksesan dan
tercapainya tujuan perusahaan.
SOURCE
: https://www.kompasiana.com/diannitasari5561/60e9242a15251009720cf432/gaya-kepemimpinan-bill-gates
Tidak ada komentar:
Posting Komentar