Rabu, 03 November 2021

GAYA KEPEMIMPINAN

 



 GAYA KEPEMIMPINAN

1. NADIEM MAKARIM 





Dapat  kita  ketahui  bersama  bahwa  gaya  kepemimpinan  yang  digunakan Nadiem Makariem didasarkan pada kebersamaan dan kekeluargaan. Pendakatan yang dilakukan oleh Nadiem ini tidak hanya untuk karyawan tetapi juga driver dan rider serta untuk seluruh pelanggan bahkan mencakup untuk seluruh masyarakat sekitar. Di sisi lain Nadiem juga memberikan ruang kepada para karyawannya untuk terus berkreasi dan berekplorasi dalam menciptakan  produk dan layanan terbaru. Gojek salah  satu perusahaan yang selalu menciptakan karya baru untuk menyelesaikan permasalahan dan memuaskan para pelanggan. Sebagai  pemimpin  perusahaan  Nadiem  Makariem  juga  dilandaskan  pada persaingan dan pencapaian secara nyata, dimana fokus utamanya adalah tujuan dan hasil. Salah contoh tujuan yang dimiliki Nadiem Makariem adalah menjadikan Gojek sebagai aplikasi dengan pengguna terbesar di Asia Tenggara.

SOURCE: https://www.researchgate.net/publication/352689980_ANALISIS_GAYA_KEPEMIMPINAN_NADIEM_MAKARIEM_DALAM_MEMBAWA_GOJEK_MENJADI_PERUSAHAAN_BESAR

2. ELON MUSK



 Belajar  dari  Elon  Musk,  tidak  mudah  menjadi  seorang  pemimpin transformasional.  Ia  pendiri  PayPal,  jejaring  pembayaran  via  Internet  yang  banyak digunakan  netizen  seluruh  dunia  untuk  bertransaksi  secara  global.  Sampingannya, laboratorium  SpaceX  dan Tesla,  adalah sebuah  dedikasi  besar bagi dunia  teknologi. Tanpa  kepemimpinan  yang  bagus  serta  tim  yang  kompak,  sangat  sulit  untuk mengembangkan  ketiganya.  Ini  terjadi  karena  Elon  Musk adalah  seorang pemimpin transformasional. Secara umum, pemimpin transformasional berarti seseorang yang bisa bersama-sama menggerakkan timnya untuk mengidentifikasi peluang dan potensi-potensi masalah secara strategis.6 Bisa dibilang, pemimpin transofrmasional benar-benar bekerja bersama  timnya,  alih-alih  hanya  menyuruh  para  bawahannya  melakukan  apa  yang menurutnya benar. Butuh tekad dan keteguhan besar untuk menjadi pemimpin seperti ini.                                                            5 Transformia, 2019, Trend Pemimpin Transformasional Seperti Elon Musk, taken from https://transformia.co.id/trend-pemimpin-transformasional/  diakses pada 18 juni, 2021, pada pukul 11 pm. 6 Ma, Muallifah, 2013, "Peran Pemimpin Tranformasional untuk Mencapai Keunggulan Bersaing dalam Perusahaan", el-Qudwah. 

6  Pemimpin  transformasional  merupakan  “modifikasi”  dari  pemimpin kharismatik.  Dengan  kata  lain,  semua  pemimpin  transformasional  adalah  pemimpin kharismatik,  namun  tidak  semua  pemimpin  kharismatik  adalah  pemimpin transformasional.  pemimpin  transformasional  mempunyai  karakter  yang  kharismatik karena mereka  mampu membangun ikatan  emosional yang kuat  dengan public untuk mencapai tujuan tertentu. Namun, bagi pemimpin transformasional, ikatan yang dibangun dengan public lebih bersifat kesamaan system nilai daripada loyalitas personal. Manakala para pemimpin kharismatik terjebak pada pemusatan ambisi yang justru mengerdilkan arti kepemimpinan mereka, pemimpin transformasional memberikan kontribusisubstantif dengan keberhasilan  mendobrak  kultur lama  dan merintis  tatanan nilai  baru. Sejarah dunia  mencatat  dengan  tinta  emas  kiprah-kiprah  pemimpin  transformasional  seperti Mahatma Ghandi, Nelson Mandel, dan Martin Luther King.7 Pada saat ini  sudah sangat jarang sekali kita temukan pemimpin yang peduli terhadap sesuatu secara kultural. Bentuk kepeduliaan  yang dimiliki  Musk inilah  yang seharusnya ditekankan harus dimiliki setiap pemimpin. Karena dalam sebuah kerja tim salah satu yang tidak kalah penting adalah rasa kekeluargaan dan saling memiliki satu sama  lain.    Ketika  rasa  tersebut  telah tercipta  pada  sebuah tim  kualitas  kerja  yang dihasilkan pun tinggi. Permasalahan internal merupakan permasalahan mengakar yg juga sulit untuk diselesaikan. Karena apapun yg bentuknya adalah mendasar akan sulit untuk kita atasi maka dari itu penting bagi kita untuk memperhatikan hal-hal kecil pada sebuah sistem kerja bersama seperti yg telah dilakukan Musk tersebut. Musk adalah versi Sci-Fi                                                            7 Tondok, M. S., & Andarika, R, 2004, Hubungan antara persepsi gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional dengan kepuasan kerja karyawan. Psyche, 1(1), 35-48. 

7  (Science-Fiction)  dari  P.T.  Barnum  yang  menjadi  sangat  kaya  dengan  memangsa ketakutan dan kebencian orang terhadap diri sendiri. Beli Tesla, lupakan kekacauannya.8 C. Karakteristik kepemimpinan elon musk Elon Musk secara efektif memimpin dengan gaya kepemimpinan yang kompleks yang menggabungkan hal-hal penting dari taktik otoritatif, meskipun pemimpin pelayan sejati.  Dengan  menggunakan  demokrasi,  Musk  mengumpulkan  umpan  balik  dan partisipasi, tetapi koersif dalam mencapai kepatuhan, menangani krisis, memelihara, dan afiliasi yang menarik serta menjalin ikatan emosional dalam setiap organisasi. Elon Musk telah memasuki pasar kelas atas dengan banyak usahanya, membuat keputusan  cepat  dan rasional,  sambil menggunakan operasi  kehidupan nyata  sebagai pendidik.9 Banyak atribut  Keberhasilan bisnis total Elon Musk untuk keuletan, dalam menghadapi  ancaman  terus-menerus,  ditempa  dengan  sebuah  “ketergantungan  pada standar etika.”10  

 

SOURCE : https://www.researchgate.net/publication/352559555_STRATEGI_DAN_GAYA_KEPEMIMPINAN_ELON_REEVE_MUSK

 

 

3. KIM JONG UN 



Kepemimpinan otoriter merupakan gaya kepemimpinan yang paling tua dikenal manusia. Oleh karena itu gaya kepemimpinan ini menempatkan kekuasaan di tangan satu orang atau sekelompok kecil orang yang di antara mereka tetap ada seorang yang paling berkuasa. Pemimpin bertindak sebagai penguasa tunggal.Orang-orang yang dipimpin yang jumlahnya lebih banyak, merupakan pihak yang dikuasai, yang disebut bawahan atau anak buah.Kedudukan bawahan semata-mata sebagai pelaksana keputusan, perintah, dan bahkan kehendak pimpinan.Pemimpin memandang dirinya lebih, dalam segala hal dibandingkan dengan bawahannya.Kemampuan bawahan selalu dipandang rendah, sehingga dianggap tidak mampu berbuat sesuatu tanpa perintah.Perintah pemimpin sebagai atasan tidak boleh dibantah, karena dipandang sebagai satu-satunya yang paling benar.Pemimpin sebagai penguasa merupakan penentu nasib bawahannya. Oleh karena itu tidak ada pilihan lain, selain harus tunduk dan patuh di bawah kekuasaan sang pemimpin. Kekuasaan pimpinan digunakan untuk menekan bawahan, dengan mempergunakan sanksi atau hukuman sebagai alat utama.Pemimpin menilai kesuksesannya dari segi timbulnya rasa takut dan kepatuhan yang bersifat kaku.

 

Kepemimpinan dengan gaya otoriter banyak ditemui dalam pemerintahan Kerajaan Absolut, sehingga ucapan raja berlaku sebagai undang-undang atau ketentuan hukum yang mengikat. Di samping itu sering pula terlihat gaya dalam kepemimpinan pemerintahan diktator sebagaimana terjadi di masa Nazi Jerman dengan Hitler sebagai pemimpin yang otoriter.

 

SOURCE : https://www.kompasiana.com/noviani_juandi/55286517f17e6153478b4588/gaya-kepemimpinan-otoriter

 

 

4. SUSILO BAMBANG YUDOYONO 



Kepemimpinan SBY juga masuk dalam tipe demokratik mungkin disebabkan karenatuntutan reformasi, situasi dan kondisi saat ini yang semakin liberal. Dimana tipe pemimpin dengan gaya ini dalam mengambil keputusan selalu mengajak beberapa perwakilan bawahan, namun keputusan tetap berada di tangannya. Selain itu pemimpinyang demokratis berusaha mendengar berbagai pendapat, menghimpun dan menganalisa pendapat-pendapat tersebut untuk kemudian mengambil keputusan yang tepat. Tidak jarang hal ini menimbulkan persepsi bahwa SBY seorang yang lambat dalam mengambilkeputusan dan tidak jarang mengurangi tingkat determinasi dalam mengambil keputusan.Pemimpin ini kadang tidak kokoh ketika melaksanakan keputusan karena ia kadanggoyah memperoleh begitu banyak masukan dalam proses implementasi kebijakan.Secara teoritis pemimpin tipe ini bisa menerima kritik, kritik dibalas pula dengankontra kritik. Bukan menjadi rahasia lagi bila seringkali kita melihat dan mendengar bagaimana SBY melakukan kontra kritik terhadap orang-orang yang mengkritiknya. SBY percaya bahwa kebenaran hanya bisa diperoleh dari wacana publik yang melibatkansebanyak mungkin elemen masyarakat. Selain itu tipe pemimpin ini dalam mengambilkeputusan berorientasi pada orang, apresiasi tinggi pada staf dan sumbangan pemikirandari manapun.

 

Kesimpulannya adalah bahwa setiap pemimpin tentu mengharapkan sesuatu yangterbaik untuk masyarakat, bangsa dan negaranya. Begitupun dengan SBY yangmempunyai tipe kepemimpinan yang lebih dari satu dan tidak hanya seperti yang sudah dijelaskan diatas tetapi lebih dari itu, seperti tipe supportif, partisifatif, instrumental danyang lainnya, kesemuanya itu disesuaikan dengan situasi, dan perkembangan zaman yangada. Intinya setiap pemimpin selalu mengharapkan agar wilayah yang dipimpinnyatersebut dapat tercipta suasana yang aman, tentram dan damai sesuai dengan tujuan bersama.

 

 

SOURCE : https://www.academia.edu/36670356/Gaya_Kepemimpinan_Susilo_Bambang_Yudhoyono_Kepemimpinan_

 

 

5. BILL GATES



Bill Gates menerapkan gaya kepemimpinan partisipatif. Gaya kepemimpinan partisipatif merupakan gaya kemepemimpinan yang memberikan kepercayaan penuh kepada pegawianya untuk aktif dalam menyampaikaan masukan, saran atau hal lainnya. Tentu saja gaya kepemimpinan ini hanya dilakukan oleh pemimpin yang memiliki rasa percaya yang tinggi terhadap pegawainyya.

 

Hal tersebut ia lakukan, karena menurutnya dengan partisipatif dapat membuka jalan untuk pegawainya berperan secara aktif, ketika pegawai mampu berperan secara aktif tentu saja pegawai tersebut dapat memberikan masukan. Sehingga masukan tersebut dijadikan sebagai bahan pengembangan suatu perusahaan.  Dengan adanya masukan dari pegawainya membuat Bill Gate percaya bahwa perusahaan akan terus berkembang ketika mendapatkan masukan dari pegawai-pegawainya.

 

Dengan gaya kepemimpinan partisipatif ini, membangun kreatifitas, dan ide-ide bagi pegawainya. Karena dari ide-ide atau kreatifitas pegawai tersebutlah yang akan memberikan perubahan atau perkembangan untuk Microsoft. 

 

Tentu saja dalam menggunakan gaya kepemimpinan partisipatif ini perlu rasa percaya yang besar karena gaya kepemimpinan partisipatif memfokuskan bagaimana pegawai dapat memiliki atau mebangun ide-ide. Ketika pemimpin tidak memiliki rasa percaya terhadap pegawainya, gaya kepemimpinan partisipatif ini tidak dapat berjalan dengan baik. Maka dari itu rasa percaya dan dorongan dari seorang pemimpin sangatlah penting demi keberlangsungan dan kesuksesan dan tercapainya tujuan perusahaan.

 

SOURCE : https://www.kompasiana.com/diannitasari5561/60e9242a15251009720cf432/gaya-kepemimpinan-bill-gates


IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMASARAN PERUSAHAAN

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMASARAN PERUSAHAAN Pendahuluan Manajemen pemasaran menurut Manullang dan Hutabarat(2016) adalah proses dalam me...