Rabu, 27 Oktober 2021

Struktur Organisasi Perusahaan


 STRUKTUR ORGANISASI PT. PERTAMINA

                                                               SOURCE GAMBAR


HOLDING



DIREKTUR UTAMA : 

Implementasi dan Mengorganisir Visi dan Misi Perusahaan

Salah satu tugas direktur utama adalah menyusun, mengomunikasikan, dan menerapkan visi, misi, serta dapat menentukan kemana arah yang akan ditempuh oleh perusahaan. Selain itu, seorang direktur juga harus bisa menjamin bahwa karyawannya memahami visi, misi, serta tujuan dari perusahaan. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan komunikasi pada level yang dapat membuat para karyawan benar-benar merasa dilibatkan dalam tujuan perusahaan sehingga mereka yakin bahwa peran memang dihargai. 

Menyusun Strategi Bisnis untuk Perusahaan

Selanjutnya, sebagai seorang direktur harus bisa menyusun strategi bisnis dan membuat rencana perusahaan. Walaupun nantinya direktur utama tidak sendirian dalam menyusun strategi bisnis ini melainkan bersama tim dalam sebuah perusahaan. Strategi ini juga biasanya dibuat berdasarkan kebutuhan perusahaan dan divisi, sehingga butuh peran serta anggota dari berbagai divisi, untuk menyusun strategi bisnis perusahaan.

Melakukan Evaluasi Perusahaan

Walaupun perusahaan sudah mencapai target, tugas direktur utama tidak berhenti sampai disini saja. Seorang direktur utama masih harus melakukan evaluasi kesuksesan tersebut dengan menggunakan metode-metode tertentu. Dan apabila ternyata perusahaan tidak berhasil mencapai target yang sudah ditetapkan, maka sudah menjadi tugas direktur utama adalah mencari tahu apa penyebab dari ketidakberhasilan tersebut.

Melakukan Rapat Rutin

Biasanya direktur utama akan menjadi pemimpin meeting rutin dengan dan para jajaran pemimpin perusahaan untuk memastikan bahwa berbagai keputusan yang dibutuhkan perusahaan telah berjalan dengan baik dan tepat waktu. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi atau menyusun strategi perusahaan. Direktur juga harus bisa menyampaikan gagasan dan memberikan arahan kepada pihak-pihak lain dalam perusahaan.

Menunjuk Orang yang Mampu Memimpin

Setiap divisi dalam sebuah perusahaan akan dipimpin oleh seseorang yang dianggap mumpuni dan ahli dalam bidangnya. Disinilah tugas seorang direktur yaitu menunjuk karyawan yang nantinya akan memimpin sebuah divisi, atau proyek. Karena ditunjuk langsung oleh direktur, biasanya para pemimpin divisi tersebut akan diminta untuk memberi laporan rutin tentang performa divisinya masing-masing.

Mengawasi Situasi Bisnis

Tugas direktur utama yang tak kalah penting adalah mengawasi situasi kompetisi bisnis secara keseluruhan. Sehingga direktur utama bisa langsung mengetahui jika ada kesempatan untuk melakukan ekspansi bisnis, perubahan peraturan pada industri bisnis, bagaimana opini pelanggan tentang produk, inovasi apa yang dilakukan kompetitor, dan lainnya. Dari informasi  tersebutlah, nantinya direktur utama dapat menyesuaikannya dengan formula bisnis yang disusunnya.

DIREKTUR STRATEGI PORTOFOLIO : 

Merumuskan Rencana Strategis, Rencana Kerja, Rencana Kerja Tahunan, Rencana Anggaran, dan Indikator Kinerja Utama (IKU)

Merumuskan konsep rekomendasi strategi pengelolaan utang (debt strategy), melakukan monitoring, evaluasi dan merumuskan konsep rekomendasi revisi strategi pengelolaan utang. 

Merumuskan konsep rekomendasi Strategi Pembiayaan Tahunan melalui Utang, melakukan monitoring dan evaluasi dan merumuskan konsep rekomendasi revisi Strategi Pembiayaan Tahunan Melalui Utang. 


DIREKTUR KEUANGAN :
 Direktur keuangan. Direktur keuangan memiliki tugas yang tidak jauh berbeda dengan direktur lainnya, hanya saja lingkup tugasnya meliputi keuangan. Berikut kita bahas beberapa tugas direktur keuangan.
  • Bertanggung jawab terhadap kinerja keuangan sebuah perusahaan
  • Bertanggung jawab membuat laporan keuangan perusahaan
  • Mengawasi laporan keuangan perusahaan
  • Menyusun strategi dan meningkatkan pertumbuhan keuangan perusahaan
  • Meminimalisir resiko keuangan yang mungkin merugikan perusahaan
  • Melihat secara jeli peluang perusahaan

Sebetulnya, dalam setiap perusahaan, jabatan direktur bisa berbeda-beda. Mungkin tidak hanya tiga jabatan yang kita bahas barusan. Ada perusahaan yang memiliki direktur personalis, direktur pemasaran, bahkan direktur teknik. Itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Direktur sebagai jabatan tertinggi pada sebuah perusahaan tentunya memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat besar. Maka tentunya tugas direktur tidaklah semudah yang dibayangkan. Sebab ada banyak tugas yang harus diemban dan dilakukan. Bayangkan saja seorang direktur haruslah dapat memimpin sebuah lembaga atau organisasi atau perusahaan. Sebab jabatan direktur ini merupakan jabatan yang tertinggi di sebuah lembaga atau perusahaan.

Maka dari itu setiap hal yang menjadi bagian dari tugas direktur ini haruslah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Sebab sudah tentu tugas direksi ini sangat menentukan keberadaan sebuah lembaga atau perusahaan. Jika jajaran direksi ini mampu mengelola perusahaan dengan baik maka eksistensi perusahaan akan terus berlangsung. Namun jika tugasnya tidak dijalankan dengan baik maka bisa saja timbul berbagai hambatan atau kendala bagi perusahaan.

DIREKTUR SDM : 

Melakukan seleksi penerimaan tenaga kerja.

Sebelum melakukan seleksi penerimaan pegawai, direktur SDM harus mengetahui jumlah karyawan yang dibutuhkan, departement yang sedang membutuhkan pegawai dan kualifikasi pegawai yang dibutuhkan perusahaan. Setelah itu baru melakukan seleksi pegawai melalu serangkaian tes dan wawancara. Hal ini dilakukan untuk memperoleh pegawai yang sesuai kebutuhan perusahaan.

Penilaian kinerja karyawan

Proses penilaian ini sebagai bentuk evaluasi terhadap karyawan mengenai hasil kerja yang telah dikerjakan karyawan selama setahun. Penilaian ini akan memberikan motivasi agar lebih baik lagi. Selain itu, kritik dan saran yang membangun juga akan diberikan kepada karyawan agar manajemen kinerja lebih baik lagi dari sebelumnya.

Memberikan penghargaan.

Maksudnya memberikan penghargaan adalah memberikan upah atau gaji kepada karyawan atas kontribusi yang telah diberikan kepada perusahaan. Direktur SDM harus memberikan penghargaan dengan seadil-adilnya kepada para karyawan.


DIREKTUR LOGISTIK DAN INFRASTRUKTUR : 

Yaitu mengurus sistem untuk mengawasi proses arus dari logistik dari mulai penyimpanan, pengantaran yang strategis untuk material, bahan-bahan atau suku cadang , dan juga barang jadi atau produk akhir agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh organisasi yang terkait seperti perusahaan.

Tanggung jawab dari seorang manajer logistik tentu saja mengelola dan merencanakan sistem operasi khusus untuk organisasi terkait agar mampu mencapai tujuan bersama dengan memberi manfaat maksimal bagi organisasi dengan biaya operasi seminimal mungkin. Karakteristik utama dari logistik adalah sangat berhubungan erat dengan proses pemindahan atau penyimpanan barang atau material di tempat yang strategis.

Kemudian dalam distribusi fisik dari suatu barang atau integrasi pemindahan, dan juga manajemen operasi material, manajer logistik harus bisa melakukan manajemen logistik secara terpadu. Ada beberapa alasan mengapa harus melakukan manajemen logistik secara terpadu.

Yang pertama adalah adanya ketergantungan besar antara distribusi barang secara fisik dan juga operasi dari manajemen material untuk kemanfaatan organisasi. Kemudian konsep manajemen material dan distribusi fisik yang kurang tepat dapat menyebabkan gangguan selama proses distribusi. Untuk mengitegrasikan aktivitas dari distribusi fisik dan juga manajemen dari material, pengawasan merupakan hal yang penting dan harus dilakukan oleh manajer logistik.

DIREKTUR PENUNJANG BISNIS : 
Menjalankan usaha perdagangan secara impor, ekspor, interinsulair serta lokal, baik atas tanggungan sendiri maupun secara komisi atas perhitungan pihak lain. Bertindak sebagai leveransir, grosir, distributor, komisioner, perwakilan atau peragenan dari perusahaan-perusahaan dan/atau badan hukum lain mengenai barang-barang metal dan material lainnya.

Melakukan investasi pada perusahaan-perusahaan lain baik dalam bentuk penyertaan saham, mendirikan atau mengambil bagian atas saham-saham perusahaan lain secara langsung maupun tidak langsung, memberikan dan/atau memperoleh pendanaan dan/atau pembiayaan yang diperlukan oleh anak perusahaan atau perusahaan lain dalam melakukan penyertaan saham, melakukan divestasi atau pelepasan saham-saham atas perusahaan tersebut, atau melakukan kegiatan dalam bidang-bidang usaha di atas.

Pengawasan dan pengelolaan unit-unit perusahaan yang lain atau enterprise; pengusahaan strategi atau perencanaan organisasi dan pembuatan keputusan dari peraturan perusahaan. Unit-unit dalam kelompok ini melakukan kontrol operasi pelaksanaan dan mengelola operasi unit-unit yang berhubungan. Kegiatan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain kantor pusat, kantor administrasi pusat, kantor yang berbadan hukum, kantor distrik dan kantor wilayah dan kantor manajemen cabang

SUBHOLDING

AP ( ANAK PERTAMINA ) SERVICES / PORTOFOLIO

UPSTREAM SUBHOLDING : 
Subholding Upstream mencakup kegiatan eksplorasi, pengeboran, pengembangan dan produksi minyak, gas dan panas bumi, penyediaan jasa teknologi, serta jasa pemboran dan services baik dalam maupun luar negeri.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Subholding Upstream yang dinahkodai oleh Pertamina Hulu Energi 

REFINING & PETROCHEMICAL SUBHOLDING : 
 secara operasional diserahkan kepada PT Kilang Pertamina Internasional. Sub Holding ini bertanggung jawab terhadap kegiatan pengolahan minyak menjadi produk minyak dan produk petrokimia, yang terdapat di sejumlah kilang yang sudah beroperasi maupun proyek-proyek yang sedang dijalankan. Kegiatan usaha pengolahan Pertamina didukung oleh enam kilang, yaitu Refinery Unit (RU) II Dumai, RU III Plaju, RU IV Cilacap, RU V Balikpapan, RU VI Balongan, dan RU VII Kasim dengan kapasitas pengolahan terpasang total mencapai 1.031 MBOPD, atau sekitar 90% dari kapasitas pengolahan yang ada di Indonesia. Di bawah sub holding, Kilang Pertamina Internasional membawahi entitas Pertamina lainnya, yaitu di antaranya PT Tuban Petrochemical Industries.

COMMERCIAL & TRADING SUBHOLDING : 

merupakan bagian dari rantai kegiatan bisnis hilir Pertamina dan dijalankan melalui PT Pertamina Patra Niaga. Pertamina telah memiliki infrastruktur yang memadai untuk mendukung pendistribusian dan pemasaran produk energi yang dihasilkannya, termasuk produk Bahan Bakar Minyak (BBM), pelumas, dan LPG serta aspal dan produk petrokimia, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumen ritel maupun korporat di seluruh negeri maupun di luar negeri. Patra Niaga dalam hal ini membawahi tiga anak perusahaan Pertamina lainnya, yaitu PT Pertamina Lubricants, PT Pertamina Retail, dan Pertamina International Marketing & Distribution Pte Ltd.

Melalui Commercial and Trading Sub Holding, selain menyediakan produk berkualitas unggul bagi konsumen, Pertamina juga memberikan kemudahan kerja sama yang saling menguntungkan. Informasi lebih lanjut terkait kesempatan menjadi Agen atau Distributor Produk Aviasi, Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Industri & Perkapalan, dan Petrokimia.

POWER & NRE SUBHOLDING : 
dioperasikan melalui PT Pertamina Power Indonesia. Sub Holding ini bertanggung jawab pada pelaksanaan sejumlah kegiatan, yang terdiri dari eksplorasi dan produksi sumber energi baru dan terbarukan (EBT) secara terintegrasi dengan cakupan usahanya meliputi eksplorasi dan operasi wilayah kerja geothermal, pembangkit listrik panas bumi, pembangkit listrik tenaga gas dan pengembangan energi baru dan terbarukan. Anak usaha di bawah sub holding ini adalah PT Pertamina Geothermal Energi.

GAS SUBHOLDING : 
dijalankan melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk. dan melaksanakan kegiatan antara lain transmisi gas bumi, niaga gas bumi, pengadaan dan pemasaran Liquefied Natural Gas (LNG) ke pasar domestik dan internasional, Compressed Natural Gas (CNG), serta membawahi proyek-proyek infrastruktur gas, seperti pembangunan fasilitas regasifikasi LNG, jalur pipa gas, dan SPBG. Di bawah sub holding ini, PGN membawahi dua anak perusahaan Pertamina lainnya, yaitu PT Nusantara Regas dan PT Pertamina Gas.

SHIPPING SUBHOLDING : 
Pertamina juga memiliki usaha bidang perkapalan yang dilaksanakan melalui PT Pertamina International Shipping. Cakupan bisnis usahanya meliputi penyediaan kapal hingga pelayanan pengangkutan dengan kapal. Selain Pertamina International Shipping, usaha perkapalan Pertamina juga dijalankan oleh entitas anak lainnya, yaitu PT Pertamina Trans Kontinental.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMASARAN PERUSAHAAN

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMASARAN PERUSAHAAN Pendahuluan Manajemen pemasaran menurut Manullang dan Hutabarat(2016) adalah proses dalam me...